Pages

She's Died, But My Love Isn't

Sunday, September 28, 2014

I never expected that I should through this. So bitter and I didn’t know how deep this hurt.  What do you think was wrong? Who was wrong? Why did it happen to me? WHY? God, WHY?
I’m not judge the God, but why You didn’t give me the opportunity? I wanted to see her in her last breath, beside her when she was closing her eyes. I promised to always beside her, but I couldn’t keep that.
I know her when I was senior high school. She wasn’t a prettiest girl in my school, but she was so fascinating. A cheerful girl, with those smile. Sweet. Her eyes was gorgeous when the sunlight touched her face. I love her  with all her simplicity.
When the Cupid came, finally she’s mine. All we passed together. Laugh and tears, happy and sad, mad, jealous, etc. We’ve made an unforgettable moments ever in our life. She was complete me.
 I won’t make she shed her tears. But I did. She hate me when I was smoking.  I was angry, I told roughly  to her. At that moment I saw the tears drops on her cheek, then she ran so fast. I chased her, but then I turned around.  I apologized to her, and promise never let her cry again.
Too many moments in last 3 years with her. She’s like my heroin. I couldn’t life without her. Every steps I took, every prays, every breaths, I always think of her. She’s my valuable thing in my life, my tremendous mate.
When we’ve done the senior high school, I continued to study in UNPAD, and she chose IPB. We separated by distance and time. It didn’t matters. I believed we’re mate.
Day to day we passed. About a month after we took long distance relationship, I should hear a news that could make my heart stop beating. Suddenly she died. Honestly, she never told about her sick. Nobody knew, although her parents. Before went to campus she got persistent cough that discharging blood. She called her father, then she took to the hospital. On the way before she arrived there, she breathed last. God have taken her to His side.
This was so fast for me, I adore her, I love her more than anything. But, God loved her more than me. She took my love to the heaven.
Honey…you’re my best mate I ever had. Nobody can change your position. 
Honey…wait me there..
I LOVE YOU 

(Inspired by a real story with some adaptation)

Tentang (Mengurangi) Rasa Sakit Hati

Friday, September 26, 2014

Pernahkah teman-teman merasa nyeri di area sekitar dada, tiba-tiba nafas terasa sesak, ada yang seperti sesuatu yang mengganjal dileher?
Setelah gejala-gejala tersebut terjadi kemudian mungkin sebagian diantara kalian ada yang pelupuk matanya tiba-tiba panas, air mata menggenang, dan jatuh begitu saja? Sehingga semakin terasa nyeri di dada?
Pernahkah?
Itulah sakit hati. Bukan liver atau hepatitis. Sakit ini dirasakan ketika ada hal yang dirasa tidak sesuai dengan harapan/keinginan, sehingga memunculkan rasa kecewa yang mendalam. Banyak penyebab orang sakit hati, diantaranya yang terjadi di usia 13-25th, yakni :
1. Tidak dipenuhi keinginannya oleh orang tua
2. Putus dengan pacar
3. Pacar selingkuh
4. Difitnah
5. Orang yang disuka sejak lama malah berpacaran dengan orang lain/ bahkan menikah
6. Gagal mendapatkan universitas yang diimpikan (banyak korban setelah pengumuman SNMPTN/SBMPTN)
7. dipehape'in
8. Gagal mendapat pekerjaan
9. Mantan punya pasangan baru
10. dan masih banyak lagi...
Masalah-masalah diatas sangatlah lumrah kita alami.
Ketika sedang merasa sakit hati kebanyakan orang mengeluh, mencaci maki orang yang menyakitinya, sampai mendoakan hal-hal buruk, atau malah ada yang tidak mau makan sampai sakit, dan yang terparah adalah bayak kasus bunuh diri karena sakit hati.
well,  cara-cara diatas itu bukan cara jitu menghilangkan sakit hati. Semakin kamu membenci semakin kamu mengingat sakit itu. Walaupun saya tidak ada apa-apanya dibandingkan om Mario Teguh, tapi mungkin cara ini bisa membantu kalian yang sedang dalam keadaan down.
1. Berdoalah pada Tuhan kalian, minta petunjuk dan bimbingan-Nya. (jangan menyalahkan Tuhan)
2. Kendalikan diri dan emosi kalian
3. Ingat bahwa ini sebuah 'ujian' yang ada akhirnya
4. Ingat pula dibalik semua masalah yang kalian hadapi, ada Tuhan yang menyiapkan rencana luar biasa untuk kalian
5. Menangislah sepuas-puasnya jika itu bisa membuat kalan tenang
6. Ceritakanlah masalah kalian pada orang yang bisa dipercaya, seperti keluarga, sahabat, dll
7. Jangan menyimpan masalah sendiri, karena itu akan membuat hidup lebih terasa berat
8. Carilah hal-hal yang bisa menghibu kalian, misalnya main bersama teman, mendengarkan musik, dll
9. Jangan berniat melupakan masalah/sumber masalah tersebut, biarkan semua mengalir. Semakin kalian ingin melupakan semakin sering pula pikiran kalian memutar ulang cerita menyakitkan itu
10. Tetaplah tersenyum, dan katakan terima kasih kepada orang yang menyakiti kalian karena mereka kalian bisa belajar lebih kuat lagi menjalani hidup. Katakan terima kasih pada kegagalan, karena kalian akan tahu bagaimana proses menjalani hidup yang sebenarnya.

Saya bukanlah siapa-siapa, saya bukan orang hebat. Saya pun masih belajar menjalani kehidupan ini. So, thank to all people around me, you're my great inspirations. Semoga apa yang saya tulis bisa membantu teman-teman.
Terima kasih sudah membaca :)

Seperti Apakah Indonesia Kelak?

Wednesday, September 24, 2014

 "Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah  kesangsian.Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan." (Sir Francis Bacon)

            Tahun 2015, ASEAN akan memulai ASEAN Free Trade Area (AFTA), lalu di tahun 2020 WTO akan mengadakan perdagangan bebas secara global. Artinya, seluruh Negara di Asia maupun Negara di dunia lainnya akan melakukan perdagangan secara bebas tanpa adanya pajak masuk ke wilayah territorial Negara lain. Sudah siapkah Indonesia?
            Tentu jawabannya adalah : belum. Indonesia belum siap menghadapi pasar bebas tersebut, baik di tahun 2015 maupun 2020. Mengapa demikian? Karena dapat kita lihat dan kita rasakan sendiri bahwa kini Ibu Pertiwi sedang dilanda krisis, baik itu krisis ekonomi, krisis budaya, bahkan krisis moral.
           Setiap tahunnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu meningkat walau sedikit demi sedikit. Namun, pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, korupsi yang semakin merajalela, kenaikan harga BBM dan atau kebutuhan rumah tangga lainnya ikut menyengsarakan sebagian besar warga Indonesia. Kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Urbanisasi penduduk dari desa ke kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta memperbanyak jumlah pengangguran dan slum area jika mereka tidak memiliki skill yang mumpuni.
            Di sisi lain budaya Indonesia kian lama kian tergerus oleh arus modernisasi dan westernisasi, atau bahkan koreanisasi yang marak di kalangan remaja. Budaya-budaya asli Indonesia mendapatkan respon yang kurang dari para generasi penerus bangsa ini. Padahal budaya merupakan identitas suatu bangsa, maka sudah seyogyanya kaum muda mengetahui, mencintai dan dapat melestarikan budaya-budaya yang ada di nusantara ini. Jika begini, adanya perdagangan bebas akan semakin memperparah krisis budaya di Indonesia.
            Lalu bagaimana dengan moral dan mental bangsa Indonesia?
Di Negara Barat, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah, harmonis, dan bersahaja. Namun, kini  banyak bangsa Indonesia yang saling menjatuhkan, saling serang, bahkan saling bunuh. Bukan hanya itu, ketidakjujuran, ketidakadilan, keserakahan, dan ketidakdisiplinan semakin melekat dalam diri setiap bangsa Indonesia. Hal ini terus menggerogoti moral bangsa, mulai dari pemerintahnya hingga rakyatnya, termasuk remaja. Jika calon penerus bangsanya belum memiliki moral yang baik, lalu siapa yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik?
Mau tidak mau, suka atau tidak, sudah menjadi keharusan bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk menyelamatkan Indonesia dari segala keterpurukannya. Indonesia tidak membutuhkan orang pintar, Indonesia membutuhkan orang-orang cerdas. Bukan hanya secara intelektual (IQ), namun kehidupan religius (SQ) dan emosionalnya (EQ). Tiga hal ini harus dimiliki secara seimbang oleh setiap bangsa Indonesia.
Jika Indonesia ingin maju seperti Jepang, atau seperti Singapura yang kecil namun dapat menata segala aspek kehidupannya dengan baik, maka Indonesia harus benar-benar membangun karakter bangsa ini. Kini pemerintah sudah mewajibkan di setiap satuan pendidikan untuk menerapkan ke-18 aspek pendidikan karakter pada setiap siswa-siswinya. Selain itu bangsa Indonesia juga sudah seharusnya  menerapkan 9 prinsip dasar kehidupan, sebagai berikut :
1.      Etika
2.      Kejujuran dan Integritas
3.      Bertanggung jawab
4.      Hormat pada aturan dan hukum masyarakat
5.      Menghormati hak orang lain
6.      Cinta pada pekerjaan
7.      Berusaha keras untuk menabung dan investasi
8.      Bekerja keras
9.      Tepat waktu

Jika ke-9 prinsip kehidupan diatas dapat diterapkan dalam diri setiap bangsa Indonesia, maka tidak ada lagi korupsi, ketidakadilan, bahkan kemiskinan, pengangguran, dan segala permasalahan yang kini melanda Indonesia sedikit demi sedikit akan berkurang atau bahkan  tak akan ada lagi. Dengan demikian Indonesia dapat benar-benar jaya dan merdeka karena sang garuda telah menunjukan kesaktiannya.

Love, It's Like the Narcotics

Sebenernya ini tulisan yang 'tidak layak' saya tulis. Isi tulisan ini hanya sebatas apa yang saya rasakan dan lihat di kehidupan remaja. Mungkin bapak B.J Habibie atau mereka yang pernah merasakan kehebatannyalah yang lebih pantas bercerita tentang hal ini. Tapi ini versi saya. So let's read it, now!
Cinta
Hahaha itulah yang akan saya bahas kali ini.
Apakah itu? Seperti apakah bentuknya? Pernahkah merasakannya?

Stop!
Sebelum dilanjutkan, coba buka pikiran Anda lebar-lebar, jauhkan pikiran bahwa cinta itu hanya antara pria dan wanita (kekasih).
Jujur ini terlalu dini untuk saya bicarakan.
Ketika bertanya, "apa itu cinta?"
apa yang ada di benak Anda?
Berbagai macam jawaban. Bisa sampai satu buku untuk menjelaskannya, atau mungkin tidak dapat dijelaskan?
In my opinion, love is like the narcotics. why? 
Narkotika adalah berbagai macam zat/hal yang bisa membuat orang kecanduan. Orang yang sudah terkontaminasi narkotika akan melakukan apapun demi mendapatkannya. Mulai dari hal masuk akal sampai yang melanggar hukum sekalipun. Ketika barang itu tidak ada, si pemakai akan merasa gusar, hidupnya tidak tenang. Selalu merasa butuh. 

Lalu apa hubungannya dengan cinta?
Contoh kasus :
Selama ini, seberapa sering Anda mengungkapkan perasaan sayang Anda terhadap orang tua? saya yakin jawabannya, jarang.
Lalu, seberapa sering Anda merasa membutuhkan mereka? Jawabannya, in every breathe you take, every steps, every prays, every minutes, every seconds. Bukan hanya kehadiran raganya saja, kita juga membutuhkan saran, doa, dan dukungan dari orangtua (keluarga).Bagaimanapun mereka, mau jelek, cakep, kaya, miskin, galak, cerewet, cuek, kasar, dsb kita akan merasa "butuh".
Itulah cinta. Ketika mereka tiada kita merasa sedih, galau, kecewa, gelisah, dsb.
Ketika cinta itu sudah terbentuk tidak ada alasan untuk mengecewakan dan menyakiti mereka. Bahkan selalu ingin melakukan yang terbaik dan mengukir senyum diwajah mereka. Menerima apa adanya segala keadaan mereka. Tak jarang cinta harus rela berkorban.

love is not a desire, it's our needs to stay alive~

Atasi Ledakan Kendaraan, Pemerintah Harus Adakan Program KB (Kendaraan Berencana)

Thursday, September 18, 2014

Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia tahun 2013 sudah melebihi jumlah penduduk total. Angka ini diperkirakan terus meningkat. Pemerintah kalang kabut mengatur subsidi BBM. Besarnya subsidi BBM dijadikan ladang basah oleh beberapa oknum. Ketika subsidi dicabut rakyat berteriak, katanya pemerintah kehabisan uang, tidak mengerti rakyat, menyusahkan rakyat kecil, dsb. Peraturan plat merah menggunakan pertamax pun tidak benar-benar dipatuhi. Tetap saja ada oknum yang membeli premium, meskipun kendaraannya berplat merah.
Dilansir dari sebuah artikel di situs berita online, detik.com, Kamis (18/09/14), Hanung Budya mengatakan bahwa, "Manusia bisa meninggal, mobil di Indonesia tidak bisa meninggal," saya setuju dengan pernyataan beliau. Bagaimana bisa 'meninggal' jika setiap tahun terus berdatangan mobil-mobil baru ke Indonesia? Jika pemerintah membatasi kuota impor mobil, otomatis para pengusaha akan merugi. 
Bertambahnya jumlah mobil di Indonesia setiap tahunnya, dengan model baru dan terus diperbaharui membuat daya beli masyarakat meningkat. Apalagi dengan adanya program Low Cost Green Car yang sempat ditentang oleh presiden terpilih, Joko Widodo. Karakter bangsa Indonesia yang cenderung konsumtif dan seringkali mengutamakan prestige menjadikan Indonesia sebagai sasaran empuk untuk memasarkan produknya. Pengadaan kredit kendaraan bermotor pun bagaikan jamur tumbuh dimusim hujan.
Fenomena ledakan kendaraan ini tentunya membuat jalan-jalan di sebagian wilayah di Indonesia, terutama pulau Jawa rawan kemacetan. Kemacetan ini bukan hal sepele. Hanya karena macet, setiap harinya Jakarta merugi milyaran rupiah.
Jika kita melihat tingginya pertumbuhan penduduk, lalu pemerintah mengadakan program keluarga berencana, mengapa pemerintah tidak menerapkan cara ini pada ledakan kendaraan saat ini? 
Kendaraan Berencana, dalam pikiran saya setiap keluarga dibatasi hanya boleh memiliki maksimal 2 buah mobil dan atau 2 buah motor. Jika sekarang satu keluarga, Ayah, Ibu, dan 3 anak, memiliki masing-masing sebuah mobil/motor dikalikan seluruh jumlah KK di Indonesia, maka jumlahnya akan amat sangat banyak. Coba apabila, satu keluarga hanya memiliki 2 motor dan atau 2 mobil, maka jumlah mobil dan motor yang turun ke jalanan akan sedikit berkurang. Cara ini harus ditunjang dengan penaikan tarif pajak kendaraan bermotor. Dan juga perbaikan pada seluruh sarana transportasi umum.
Saya tahu, ini bukan sebuah perkara mudah. Akan menimbulkan banyak protes, dan bahkan mungkin kecaman terhadap pemerintah. Tapi jika tidak begitu, apakah 50 tahun mendatang masih akan ada udara bersih untuk generasi kita kelak? Apakah masih akan ada minyak bumi yang dapat ditambang? Apakah bumi ini tidak akan murka jika semua kekayaannya kita gunakan terus-menerus tanpa adanya pertanggungjawaban atas alam yang kita rusak? Masih adakah ruang kosong untuk kita bernafas, jika semua tempat penuh dengan kendaraan? 
Mari kita renungkan bersama.

I need you, Star...

Star...
You know all my secrets, though God knows everything about me.
I share all my happiness and sadness to you
I hope you'll understand me when they wasn't.
I know, this is such a crazy thing i did but I'm glad to do it
I hate Jakarta and its surrounding's night sky, they don't let you to shine
When i'm down, i just need you to cheer me up.
Star..
You are so far, I can't reach you
but you always there to see me.
I just wanna scream loudly
I don't know who can I talk with
I can't see you last night. I hate that.
Nobody here, star.
when the tears was shedding, I only need to see you, to calm me down
Don't you ever leave the sky.
I need you...
Just shining in the dark sky, It'll make me happier to see your gorgeous light

Ketika Hidup Masih Harus Berjalan [cerpen]

Sunday, September 14, 2014




Riak air danau nan tenang semakin sempurna diterpa hangatnya sinar mentari sore. Semilir angin menyentuh tubuh mungilnya dengan lembut. Rambut hitamnya diikat asal-asalan sehingga menyisakan rambut disekitar leher. Cantik. Begitulah Alena, sederhana namun memesona.
Danau itu begitu teduh dengan pepohonan disekelilingnya. Alena bersandar pada sebuah pohon akasia di sebelah barat danau. Matanya mengitari setiap sudut danau. Apa yang ia lihat seolah meresonansi pikirannya, memutarkan kembali cuplikan-cuplikan kisahnya bersama Glen. Danau ini menyimpan banyak rahasia dan kisah hidupnya. Danau ini tempat pelariannya, mencurahkan segala suka duka dan keluh kesahnya. Namun, kini semua tampak memilukan. Bayangan-banyangan Glen terus muncul tak terkendali.
"Alena! kamu kusut banget sih, kucel pula kayak kuli panggul di pasar tau. Hahaha" Ejekan Glen seperti itu tak akan pernah Alena lupakan. Nyaris semua orang memuji kepintaran dan kemolekannya, tapi Glen tidak. Dia seringkali mengumpan emosi Alena dengan ejekan-ejekannya. Seperti anak-anak, namun diam-diam Alena suka. 
Disebelah selatan danau ada sebuah ayunan yang terbuat dari ban. Ayunan itu sering Glen gunakan. Tak jarang Alena menarik Glen yang ada di ayunan dan mendorongnya keras-keras. lalu Glen berteriak keras-keras, "Alenaaaaa! Aku takut, Len. Aaaaaa mamaaaaa. Turuuuun...turuuun..mamaaaaaa..." Suara itu terus terngiang-ngiang ditelinganya.
Rasa sakit itu kembali datang, sakit yang tak akan ada obatnya. Rintihannya tiada berarti lagi. Tak ada orang yang bisa menolongnya, kecuali dia sendiri. Hatinya berkecamuk, bercampur rindu yang sudah tak tertampung lagi.
Pelupuk matanya terasa panas, tak terasa air mata mengalir membasahi pipinya.
"Lena...." tiba-tiba suara itu mengejutkannya. Alena cepat-cepat mengusap air matanya, ia menoleh ke arah datangnya suara itu.
"Kia..?" sahutnya lirih.
"Ngapain disini? Glen lagi?"
Alena tidak menjawab. Matanya memandang ke atas jingganya langit sore.
"Len, Glen udah gak ada. Lo harus ikhlasin dia, Len. Sampe kapan lo kayak gini? ini udah tiga tahun, Glen juga pasti sedih kalo lo gini terus, Len." 
Kia duduk disebelah Alena. Memandang gadis itu penuh kasih.
"Lo tuh cantik, Len. Banyak yang suka sama lo, termasuk..."
"Termasuk lo? Maaf, Ki. Lo gak usah sok tau. Lo gak pernah ngerasain jadi gue. Lo gak tau rasanya kehilangan, apalagi ketika semuanya tinggal selangkah lagi gue dan dia itu bersatu.Lo gak tau..." Alena tak kuat menahan emosinya, air matanya tak tertahankan lagi.
"Maaf, Len. Gue cuma gak mau lo sedih terus. hidup lo masih panjang."
"Makasih buat perhatian lo selama ini. Maaf gue gak bisa ngebales apa yang lo kasih." sahut Alena tegas.
Kia hanya dapat tersenyum kecut. Ia mengerti bahwa gadis yang telah lama ia sayangi ini masih tidak bisa merelakan kepergian Glen. 

Alena, Alena, Alena...gue sayang sama lo sebelum Glen. sebelum cowok itu ngerebut perhatian lo. sejak kita masih putih biru. Alena gue sayang banget sama lo. Batinnya. 
Alena mengalihkan pandangannya pada Kia.
"Ki, lo tau kenapa gue sampe gini padahal gue dan dia gak pernah jadian?"
Kia menggeleng pelan.
"Karena...dia gak  menilai kelebihan gue doang, dia berani bilang kekurangan gue. Dia gak pernah bilang sayang sama gue, tapi...apa yang dia lakuin, perhatiannya, semuanya dia lakuin tanpa syarat. Mulut dia mungkin gak berani berucap, tapi tatapannya dan tindakannya cukup menggambarkan perasaannya."
Kia terkejut. Ternyata begitu dalamnya cinta mereka meskipun mereka saling memendam perasaan masing-masing.
"Saat itu gue tau Glen mau ke rumah gue, polisi nemunin satu buket bunga mawar putih sama boneka beruang. Ada sepucuk surat yang ditujukan buat gue. Dia nelpon Joni buat minta saran gimana cara ngilangin grogi kalo nembak cewek, tapi pas dia telpon...tiba-tiba ada truk yang nabrak dia dari arah berlawanan. Semuanya hancur. Mobilnya, badan Glen, dan terlebih hati gue, Ki." lanjutnya.
Sekarang Kia mengerti bagaimana perasaan Alena. Sedikitnya dia tidak terlalu menggebu-gebu lagi untuk memiliki gadis mungil itu.
"Len, lo boleh sayang Glen selamanya. Tapi bukan berarti lo harus berkubang dalam semua kepahitan ini. Lo harus bisa keluar dari semua ini. Bangun, Alena. The world is waiting for you." kata Kia sambil terus menatap Alena lekat-lekat.
Alena tersenyum.
"Thanks. Gue butuh sedikit waktu lagi, Ki."

I hope you're in His side. Thanks a lot for all your sincerity. Though we were not be together in this world, but I was so glad to be with you. Glen, i want to share my life and my heart to a man who loves me like you. Will you allow me to take someone else into my life? Glen...I adore you

***


KUNINGAN VS DEPOK

Tuesday, September 09, 2014

Karena setiap cerita memiliki latar, maka setiap tempat memiliki cerita - Veronika
Karena mengejar cita-cita, sampailah saya di sebuah kota yang letaknya berdampingan dengan Jakarta Selatan, yaitu Depok. Pindah dari sebuah kampung ke kota. Semoga gak kampungan,ya? Hahaha
Serius nih, saya berasal dari desa Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Sebuah desa yang terletak dikaki gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai (3728 mdpl). Bisa dibayangkan betapa sejuknya disana. Udaranya sejuk jauh dari polusi, airnya bersih, pemandangan alamnya juga top banget deh. Tak heran banyak tempat-tempat wisata alam di Kuningan, seperti Palutungan, waduk Darma, Cibulan, si Domba, terapi ikan, dsb. Dilahirkan dan dibesarkan disana adalah sebuah kebanggaan. Unsur budaya sunda masih kental disana. Masih ada upacara Seren Taun (upacara ujud syukur atas panen) yang kental dengan budaya sunda dan masyarakatnya pun masih berahasa sunda.  
Walaupun betah tinggal di Kuningan dengan segala kenangan dan keindahannya, saya tetap harus pindah ke Depok. Bukan hanya saya, tapi sebagian lulusan SMA yang ada di Kuningan melanjutkan pendidikan ke luar daerah. 

Selamat tinggal Kuningan beserta seluruh isinya... 
Depok, aku datang. Semoga betah dan menyenangkan tinggal disini.

Kata-kata itu saya ucapkan tepat satu bulan lalu saat pindah ke Depok. Hingar bingar khas perkotaan sudah tercium ketika mobil melaju dari arah Lenteng Agung menuju Margonda. Jalan yang tidak pernah sepi. Jangtung kota Depok, disanalah saya tinggal. Dari ujung ke ujung terpampang banyak pertokoan, mall, bank, kampus, restoran, dll. Rasanya hanya sedikit tempat yang banyak pepohonannya, rata-rata didominasi bangunan. Jauh berbeda dengan Kuningan.
Akses kemana-mana sangat mudah, ada angkot, KRL, dan bus yang siap mengantar kita kemanapun. Mau nonton film? Banyak bioskop. Mau makan? Dari yang harga ribuan sampai ratusan ribu rupiah ada disini. Mau belanja? tinggal pilih Mall yang mana. 
Mau lihat bintang?
DEG! Itulah yang tidak ada disini. Langit malam tertutup polusi udara yang tebal sehingga hanya ada sedikit bintang yang bisa terlihat, bahkan seringkali tidak ada sama sekali. Dan itu sangat amat menyebalkan! Depok punya semua yang tidak ada di Kuningan, tapi yang tidak ada di Depok ada semua di Kuningan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Keduanya saksi bisu perjalanan hidup saya.

DREAMS

Sunday, August 31, 2014



If  you have a dreams, you know where you will step
If you have a faith, you know who you will thanks to
-veronika-

when I woke up in the morning,
The window said, "Wake up! there's so many valuable things you have to see. The world is waiting for you."
I saw the roof, "Reach your dreams as high as the stars" said the roof.
and the clock scream loudly, "Hey! Don't waste your time!"
"A second is never back! Don't wait for tomorrow!" said the calendar
The wall said, "Before you go, you have to be strong. Don't be a looser!"
and then the mirror said, "Before you act, look down yourself first."
When I wanted to leave my room,
"Don't you ever forget to thanks to Him, who gives you a chance to life today." said the cross.

Instan-Telegram : INSTAGRAM

Thursday, August 28, 2014


Logo apakah ini?
Right!.... INSTAGRAM

  • Apa sih Instagram?
Instagram, secara harafiah berasal dari kata instan (diambil dari kamera polaroid yang dulu disebut kamera-instan) dan kata telegram (penghantar informasi yang cepat). Karena itulah Instagram menyediakan fitur-fitur photo editing yang hasilnya seperti kamera polaroid, terkesan vintage namun menarik. Aplikasi yang dirancang untuk membagikan foto dan video ini dibuat oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger, dirilis perdana pada 6 Okober 2010. Kini pengguna Instagram kurang lebih 200 juta pegguna di seluruh dunia (data 2013). Dari tahun ke tahun pengguna Instagram terus meningkat seiring dengan munculnya smartphone murah di pasaran. Aplikasi yang tengah digandrungi banyak kalangan ini memang hanya bisa diakses melalui smartphone Android, iOS, dan Windows Phone secara daring.

  • Lalu, apa saja manfaat Instagram ini?
Tidak mungkin penggunanya meningkat jika media sosial satu ini tidak memiliki manfaat. Berikut adalah manfaat Instagram dalam beberapa aspek ;
  1. ASPEK SOSIAL
Fungsi utama Instagram adalah untuk berbagi foto dan video kepada publik, tentunya hal ini sangatlah berguna bagi mereka yang ingin berbagi setiap peristiwa dalam bentuk foto. Cara mengakses yang mudah menjadikan orang ketagihan menggunakan Instagram, apalagi mereka yang terjangkit virus-virus "narsisme". Selain itu Instagram dapat membantu para penggunanya untuk sekedar mendapatkan informasi walaupun hanya dalam bentuk foto dan video. Misalnya, mengikuti akun salah satu selebritis atau orang ternama lainnya.
Sambil menyelam minum air. Itulah pribahasa yang tepat untuk menggambarkan akun-akun Instagram yang bisa mengadakan challenges sembari penggalangan dana.

    2.   ASPEK EKONOMI
Maraknya online shops menjadikan Instagram sebagai sarana untuk jual beli, tak kalah menarik dengan website yang membutuhkan biaya cukup besar untuk membuatnya. Jauh lebih hemat karena Instagram merupakan Freeware yang dapat diunduh secara gratis di Apple App Store, Google Play, atau pun di Windows Phone Store. Banyak orang mengunggah foto-foto produk mereka ke Instagram, seperti pakaian, aksesoris, sepatu, mainan anak-anak bahkan produk makanan. Cara ini dinilai efektif karena tidak membutuhkan banyak waktu untuk mendapatkan pembeli, lebih ekonomis, dan pangsa pasarnya bisa lebih luas lagi. 

   3.  ASPEK MODE (FASHION)
Karena telah mendunia, maka tak heran jika kita dapat mengikuti akun-akun selebritis, maupun model-model internasional. Disanalah kita akan melihat berbagai trend mode dunia saat ini.

   4.  ASPEK PARIWISATA
Banyak akun-akun Instagram yang khusus mempromosikan foto-foto suatu tempat wisata, berikut hotel dan akomodasi lainnya. Ini sangat membantu pengguna lain untuk mendapatkan informasi seputar tempat wisata yang akan mereka kunjungi.

   5.  ASPEK RELIGI DAN PSIKOLOGI
Sekarang ini kita dapat melihat bahwa para ustadz, pendeta, ataupun pastor berkhotbah bukan hanya di rumah ibadah, tetapi juga melalui media sosial.  Hal ini ditempuh karena banyak umat yang lebih sering membuka media sosial daripada kitab sucinya. (Apakah kalian salah satunya?)
Selain para pemuka agama, kini para motivator ternama pun lebih sering menggunakan Instagram untuk mengunggah motivasi-motivasinya dalam bentuk visual yang lebih menarik.

  6.  ASPEK POLITIK
Baru-baru ini pemilihan legislatif dan pemilihan presiden telah digelar. Media sosial dianggap sebagai media yang efektif dan efisien untuk berkampanya,  Instagram pun diramaikan dengan kampanye berbagai partai dan calon presiden kala itu.

  • Kalau yang diatas semua positif, lalu apa saja dampak negatif dari Instagram?
Jadi selain banyak manfaatnya ternyata kerugiannya juga tak kalah banyak lho, coba deh kita lihat satu per satu.
1. Menimbulkan "narsisme" berlebihan yang lebih condong menjadi pamer materi/kekayaan;
2. Menimbulkan sikap konsumtif;
3.Penipuan-penipuan dari online shop tak bertanggung jawab yang meresahkan masyarakat;
4. Menjadi lupa waktu, malas belajar, bahkan cenderung anti sosial jika sudah benar-benar ketergantungan;
5. Menimbulkan sikap imitasi berlebihan terhadap tokoh idola, tidak menerima diri apa adanya;
6. Cybercrime
7. Maraknya konsumsi foto-foto berbau pornografi yang dapat diakses oleh siapapun;
8. Black campaign yang bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa.


Nah, apakah kalian sudah menjadi pengguna yang baik? 
Saya percaya bahwa satu hal yang tidak akan penah mengalami kemunduran adalah TEKNOLOGI. Inovasi-inovasi teknologi akan terus berkembang, perubahan-perubahan akan terus terjadi. Ada sisi positif dan ada pula sisi negatif, maka sudah seyogyanya kita menjadi pengguna yang bijak, kritis, dan cerdas dalam menyikapi segala hal baru.  

***

Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Instagram 
http://www.dailymail.co.uk











Kepada Jarak dan Waktu Aku Menitipkan Rindu

Tuesday, August 26, 2014

Orang-orang berlalu-lalang dengan tas-tas besar, ransel, maupun kardus, mencari-cari parkiran bus yang hendak membawa mereka ke kampung halaman. Disanalah aku, di Terminal Bekasi, di hari ke-2 lebaran. Berjalan menyusuri deretan bus, mencari sebuah bus yang akan membawaku ke tempat dimana aku bisa kembali melihatnya. Tak terlalu sulit kutemukan bus Prima Jasa jurusan Bekasi-Bandung, tanpa berpikir panjang aku berpamitan dengan sepupuku yang mengantarku saat itu. Aku berjalan memasuki bus dengan sebuah tas dan kardus ditanganku. Seandainya ada kamu. Mungkin aku tak akan berdesak-desakan seperti ini. Akhirnya, aku menemukan kursi yang kosong. Akhirnya aku duduk dekat jedela. Aku melihat sekelilingku, orang-orang dengan barang bawaan yang ringkih terus berdatangan mencari tempat duduk, sebagian ada yang terpaksa berdiri. Tak lama bus pun melaju meninggalkan terminal. Seorang bapak duduk disebelahku. 
Aku tak berinteraksi dengan siapapun saat itu, ada semacam ketakutan dalam diriku. Pertama kalinya aku bepergian naik bus ekonomi sendirian, dan rasanya enggan mengulang kedua kalinya. Aku sibuk memainkan ponsel, mencoba membangunkannya yang masih terlelap kala itu. Rasa tak nyaman dengan situasi saat itu ditambah dengan rasa rindu yang tk tertahankan lagi menjadi satu kala itu. Ratusan kata I Miss You hanya dapat dilayangkan lewat pesan-pesan singkat. Raga yang biasanya selalu ada kini harus terpisah karena jarak. Biasanya kami menghabiskan waktu bersama bahkan sampai malam pun dia masih betah dirumahku. Pernah kami mulai dari lari pagi sampai melakukan banyak hal seharian bersama-sama. Tapi, sekarang? Sudah hampir 2 bulan tidak pernah bertemu secara fisik. SMS dan telepon adalah sarana kami berkomunikasi. Tapi itu semua tidaklah cukup. Ya, beginilah yang namanya long distance relationship, ada sebuah celengan yang selalu kami isi dengan satu kata yang amat meresahkan, yaitu "rindu". Bukanlah hal yang sepele, ketika kita merindukan seseorang yang amat kita cintai. FYI, untuk bertemu bukanlah perkara yang mudah dalam suatu hubungan jarak jauh.
Setelah perjalanan hampir 4 jam, akhirnya sampai juga di terminal Leuwi Panjang. Dia sudah menunggu kira-kira 1 jam. sengaja, karena terminal itu sangat asing bagiku, dan ini baru kali kedua aku kesana setelah 4 tahun yang lalu. Bus tiba di dalam parkiran bus luar kota. Aku berdiri, mengambil ranselku, dan mengambil kardus yang ada di bagasi atas. Pandanganku mengular keluar, mencari-cari pria itu. TADAAAAAA!!! Dia tersenyum ketika memergoki aku sedang celingukan sambil kerepotan membawa barang-barangku. Aku membalas senyumnya. Begitu bahagia melihatnya lagi. Aku segera turun dari bus, menghampirinya. Sempat sedikit canggung karena sudah cukup lama tidak berrtemu secara fisik. Namun dalam hitungan menit semuanya seperti dulu lagi saat kita menghabiskan hari-hari bersama.
Hanya kurang lebih 8 jam saja kita bertemu. Pergi ke mall, membeli kado untuk ponakanku, makan, dan sisanya kami habiskan untuk sekedar ngobrol di teras atas rumah kakaknya. Alam sangat mendukung, bintang-bintang bermuculan walaupun hari belum terlalu malam. Hanya sedikit, tapi kehadiran mereka sangat berarti, sama seperti kehadirannya dalam hidupku. Pukul 9 malam kami sudah tiba di rumah tanteku, aku menginap disana. Pukul 2 subuh aku pulang ke Kuningan naik travel. Begitu berat rasanya ketika dia berpamitan pulang setelah berbincang-bincang dengan tanteku. Walau masih ada setumpuk rindu, tapi kita memang harus terpisahkan oleh sang jarak dan waktu. Bukan hanya kala itu, tapi sekarang, dan mungkin seterusnya entah sampai kapan ini harus terus dijalani. Bukan sebuah tembok penghalang, jika kita benar-benar mencintainya. Apapun dapat diperjuangkan, apabila dia pantas untuk diperjuangkan.

VDM

(well, seharusnya cerita ini udah di posting bulan lalu, tapi karena beberapa kegiatan yang cukup menguras waktu, baru sempet sekarang dipublikasikan.)


SAHABAT SEJATI

Sunday, August 10, 2014

Aku hitam
Dia biru
Yang lain merah

Aku "dua"
Mereka "satu"

Aku tertawa
Mereka tertawa

Aku menangis
Mereka menangis

Aku bahagia
Mereka bahagia

Aku sedih
Mereka sedih

Aku,
dia,
dan dia
kami bertiga
dimulai dari putih merah
berbagi hidup, berbagi cerita,
berbagi cinta...

cinta diantara tiga gadis,
berbeda orang tua, karakter, kebiasaan, dan cita-cita.
namun, perbedaan selalu memberikan warna diantara kami

jika manusia, usia 12 tahun termasuk anak-anak
namun, 12 tahun bagi kami adalah waktu yang amat berharga
menghabiskan masa kecil sepuasnya bersama,
begitupun ketika remaja,
namun ketika beranjak dewasa kita tak bisa seperti dulu lagi

cita-cita dan tujuan hidup
itulah mungkin yang membuat kita terpisah
jarak kerap kali menjadi peghalang
tapi ada sebuah keyakinan dan harapan
Alpa dan Omega, Awal dan akhir
kuharap tak ada Omega yang datang kelak,

Jika pertama ku lihat mereka ketika kanak-anak,
maka aku ingin terakhir melihat mereka ketika akhir hayatku,
nanti...Sahabat sejatku.




PENDIDIKAN MEMBANGUN BANGSA, MEMAJUKAN NEGARA (repost from my facebook's note)

Saturday, July 26, 2014

lagi dan lagi menemukan fenomena seperti ini.
Rabu, 23 Juli 2014 kemarin saya pergi ke Depok untuk mencai kosan. Singkat cerita, saya akan pulang lagi ke rumah tante di Gunung Putri, Bogor, dengan menumpang angkot dari Margonda kami pun sampai di terminal Kampung Rambutan. Kemudian kami naik angkot D 121 A yang baru ada 2 orang penumpang didalamnya. Setelah sekitar 10 menit di dalam angkot yang masih "ngetem" tiba-tiba ada seorang anak kecil (perempuan) usianya sektar 7 tahun masuk kedalam angkot. Saya yang duduk di pojok tidak terlalu mennghiraukan kehadirannya, namun ketika dia menyodorkan selembar kertas yang bertuliskan "Selamat Lebaran 1435 H" saya terkejut. Setelah diamati ternyata itu adalah amplop kecil yang didesain sedemikian ruma supaya terlihat lebih menarik (tempat angpao). Semua orang di dalam angkot itu merogoh saku dan dompetnya dan menyisipkan uang kedalamnya. Tak ada kata yang terucap dari bibir mungilnya. kami para penumpang angkot memberikan lagi amplop-amplop itu. Penumpang yang lain saling bersautan "kasihan ya, bu?", "wah, padahal masih kecil" , saya hanya diam sambil mengamati anak malang itu. Anak itupun turun dari angkot, saya membuka jendela dan berteriak "de, kamu sekolah gak?" , dia tidak bersuara. Namun, gelengan kepalanya mengisyratkan bahwa dia tidak sekolah. Jawaban itu memang sudah tidak asing lagi, terlalu banyak anak seperti adik kecil tadi. 
Tak lama angkot pun berangkat membawa kami ke tujuan masing-masing. Setelah melewati Cibubur, kami masuk daerah Ciangsana. Jalannya sedikit rusak hingga angkot berjalan lambat. Kemudian angkot berhenti, seorang penumpang naik. Bukan seorang Bapak, atau pun Ibu, atau pun remaja, melainkan seorang anak laki-laki yang saya perkirakan umurnya sama seperti anak kecil di terminal tadi. Anak ini berpakaian lusuh, badannya terlihat kotor, ia membawa sebuah karuung kotorr yang cukup besar dan entah apa isinya. 
Tante saya bertanya dimana rumahnya, ia bilang di Vila 3. Tempat itu adalah perumahan yang setahu saya tidak ada rumah yang jelek, mungkin anak ini hanya pencitraan agar dikasihani. karena hal demikian sering terjadi. Ternyata tidak, setelah ia turun (tanpa membayar ongkos karena sopir angkotnya pun merasa kasihan) si sopir angkot tiba-tiba angkat bicara "itu kasihan bu kalau malam tidurnya di pos satpam di vila, ibunya sudah meninggal". ternyata sopir ini memang sering ditumpangi anak tersebut, ia tak keberatan, bahkan ia bercerita sesekali ia memberi anak itu sedikit uang. Betapa malangnya hidup anak itu, seharusnya dia masih ada dalam keluarga hangat yang menyanyanginya, masih bermain seperti anak lainnya, dan masih sekolah. seharusnya. 
Saya berdecak kagum pada anak itu, ia tidak mengemis, ia bekerja semampunya untuk tetap hidup. Saya amat bersyukur karena Tuhan memberikan saya keluarga yang utuh, perhatian dan penuh cinta. Lepas dari hal itu apa yang saya saksikan memang amat memilukan. tidak sedikit anak kecil terpaksa
 bekerja seperti itu, poin pentingnya adalah mereka tidak sekolah. bagaimana bisa suatu bangsa maju apabila benih-benih penerusnya terpaksa dipanen lebih dini? kapan padi itu akan menguning bernas dan menghasilkan beras unggul? ini adalah pekerjaan rumah pemerintah dan kita semua bangsa Indonesia. Pendidikan adalah salah satu pondasi suatu bangsa. 

#SelamatkanAnakBangsa

Veronika Dina

Kisah Inspiratif Seorang Wanita Pengemudi Taxi

Monday, July 07, 2014

*tuuuut...tuuuuut..* suara klakson taxi di depan rumah berbunyi kembali.
Hari itu, 5 Juli 2014 saya berserta sepupu (Anna), keponakan (Dara), dan kedua tante saya (Tante Umi dan Tante Nani) akan pergi ke Jakarta Fair Kemayoran. (well, disini saya bukan mau mencritkan tentang JFK)
"sebentar Pak!" ujar tante Nani.
Kami memang sengaja memanggil taxi ke rumah yang bertempat di perumahan Bumi Mutiara, Gunung Putri, Bogor dikarenakan tidak ada kendaraan pribadi yang cukup untuk membawa kami semua menuju Jakarta.
Singkat cerita kami semua masuk kedalam taxi. Saya duduk di kursi depan, langsung memakai seat belt, namun ketika saya tengah memakai sabuk pengaman tersebut alangkah terkejutnya saya melihat si supir ternyata bukanlah seorang pria melainkan seorang wanita sekitar 50th-an yang berwajah oriental. Seoranng wanita menekuni pekerjaan sebagai supir angkutan umum memang sudah sering kita temui di kota-kota besar.
Setelah bertanya jawab dengan kedua tante saya, ternyata beliau adalah seorang pensiunan perusahaan asing (Jepang) yang dulunya bekerja di bagian finance. Ibu Nana Tan Wijaya ini asli Cirebon, Jawa Barat. Namun semasa remaja ia hidup di Jakarta, dan kuliah di Universitas Padjajaran. Selepas kuliah ia berkeliling dunia bersama pacar yang sekarang menjadi suaminya tersebut, hal ini disebabkan suaminya bekerja di Petronas dan sering ditugaskan ke luar negeri. Sekarang suami Bu Nana tinggal di Malaysia, mereka sudah memiliki dua orang anak. Anak pertamanya perempuan, baru saja lulus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dan anak bungsunya masih berkuliah di Univesitas Padjajaran Jurusan Akuntansi . 
Dengan cerita beliau seperti itu, ada pertanyaan yanng terlintas dibenak saya. 
"Ibu, maaf kalau boleh tau apa alasan ibu jadi supir taxi?"
Beliau tersenyum. 
"saya menyukai mesin dan otomotif, jadi dari dulu saya tidak pernah bisa mengerjakan perkerjaan rumah tangga." jawabnya singkat.
Saya terdiam, enggan untuk bertanya lagi. 
"Hidup bukan untuk mencari materi saja, saya punya pensiunan 1,3 M karena saya mengabdi selama 30 tahun di perusahaan itu. Coba anak sekarang kalau kerja paing 2-5 tahun sudah bosan. Ya kalau jadi orang jangan cepat puas dengan apa yang kita dapat. Saya biasa bekerja keras tiap hari. Saya takut saya jadi pikun, makanya saya mencari pekerjaan yang sesuai hobi saya."
saya terkejut mendengar perkataan beliau. Dibalik tubuhnya yang mungil ternyata Ibu ini seorang wanita mandiri, pekerja keras, dan tegas memilih jalan hidupnya.
Ia tidak merasa malu menjadi supir taxi walaupun  ia seorang sarjana, dan pernah bekerja di perusahaan asing. Beliau benar-benar memanfaatkan talentanya, bukan menguburnya bersama usia yang terus menua. karena bagi Ibu Nana selagi masih sanggup bekerja, usia bukan halangan unutuk berkarya.

si Kecil sang Tulang Punggung Keluarga

Monday, June 16, 2014


"ibu, bapak, kapan aku bisa bermain seperti teman-teman sebayaku? kapan aku belajar di sekolah seperti mereka? haruskah aku begini hingga aku dewasa kelak?" 
mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti diatas yang akan mereka tanyakan kepada orang tua mereka, tapi tidak. wajah polos itu dengan sepenuh hati melakukan pekerjaan yang  seharusnya tak dikerjakan di usia belianya. Mencari kayu bakar ke hutan, berjualan keliling kampung, mengemis atau  bahkan merawat orang tua mereka yang sakit seorang diri. betapa malang nasib mereka. tak seharusnya generasi penerus bangsa ini terpuruk di usianya yang masih amat belia. mereka harus mengenyam pendidikan yang layak, sehingga kelak dapat memperbaiki keluarganya secara ekonomi maupun status sosialnya. Pemerintah harus memberikan perhatian lebih kepada para pemuda-pemudi Indonesia. pendidikan adalah salah satu komponen utama kemajuan suatu bangsa  dan negara. Dana APBN untuk pendidikan seharusnya ditambah dan digunakan/disalurkan kepada yang membutuhkan, bukan  dipakai untuk pribadi (korupsi). jangan hanya berkoar di media, kami butuh realisasi. 

Si Biru, ACHERNAR

Sunday, June 15, 2014

Tahukah Anda bahwa ada bintang berwarna biru? (Cobalah keluar saat malam dan amati baik-baik bintang-bintang itu) Bintang bukan hanya berwarna kuning, ada yang merah,oranye, dan bahkan biru.
sekarang mari lihat api di kompor/korek gas Anda. api paling bawah berwarna biru, dan semakin ujung apinya berwarna merah hingga kuning. Nah, api berwarna biru itu merupakan api yang paling panas. jadi, bisa disimpulkan kalau bintang yang berwarna biru ini juga merupakan bintang yang paling panas.
Di sebelah Selatan ada bintang berwarna biru bernama Achernar. Cahayanya tidak terlalu besar, namun itulah bintang yang paling indah selain Vega, dan Capella. Bagi Anda para penikmat bintang mungkin sudah tak asing lagi dengan nama-nama itu. Dan untuk Anda yang belum tahu, ayolah cepat lihat langit malam (saat cerah) sebelum bintang-bintang itu jumlahnya semakin berkurang lagi. Nikmatilah keindahan Sang Pencipta ini.

"Bintang kecil,di langit yang hitam..
amat banyak menghias angkasa, aku ingin terbang dan menari,
jauh tinggi ke tempat kau berada"


selamat malam

Eksistensi Bahasa Sunda di Era Modern

Saturday, November 16, 2013

Oleh : Veronika Dina Maryani

Bangsa Indonesia merupakan masyarakat multikultural. Keberagamannya ini membuat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya raya akan budaya. Dari Sabang hingga Merauke memiliki budaya yang beraneka ragam dan memiliki cirri khas masing-masing. Karena beragamnya suku bangsa dan budayanya maka munculah bahasa yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Salah satu bahasa daerah yang cukup eksis di Indonesia adalah bahasa Sunda. Bahasa Sunda termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia yang berasal dari cabang Melayu-Polinesia.
Dewasa ini penggunaan bahasa Sunda semakin hari penuturnya semakin surut, khususnya di kalangan remaja. Mereka cenderung berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Modernisasi memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap eksistensi bahasa Sunda. Jakarta sebagai pusat pemerintahan, perekonomian dan pembangunan menjadi pusat perhatian tersendiri bagi masyarakat. Mulai dari model pakaian, gaya hidup serta bahasanya banyak ditiru oleh masyarakat di luar Jakarta. Berkembangnya  bahasa seperti “loe” dan “gue”  kini sering kita dengar sekalipun kita berada di tatar Sunda seperti Bandung, Bogor, Cirebon atau daerah lainnya. Penggunaan bahasa slang seperti itulah yang mengikis minat urang Sunda untuk bertutur dalam bahasa daerahnya sendiri.
Banyak kaum muda yang merasa malu, kuno dan merasa kurang percaya diri ketika menggunakan bahasa Sunda. Meskipun masih ada penuturnya, namun kebanyakan tidak tahu tata bahasanya. Mereka cenderung berbicara dengan bahasa yang kasar dan tidak tepat penggunaannya secara etika atau sopan santun. Hal ini dikarenakan bahasa Sunda dianggap bahasa yang rumit dan kurang praktis. Maka, seperti yang diungkapkan oleh A. Chaedar Alwasilah dalam bukunya yang berjudul Pokoknya Sunda, dalam mempelajari  bahasa Sunda kita harus menekankan dalam aspek pembiasaan, bukan kefasihan. Dengan terbiasa menggunakan bahasa Sunda maka, mereka (baca: anak muda) akan mau untuk menggunakanya, bukan semata-mata takut karena tatananya yang njelimet (baca: adanya tata bahasa).

Hal ini bukanlah masalah sepele karena ini menyangkut identitas bangsa yang harus terus dipertahankan keberadaannya. Selain itu bahasa Sunda merupakan budaya bangsa yang patut dijadikan kebanggaan dalam diri setiap urang (orang) Sunda. Pengamat Bahasa dari Universitas Atmajaya Jakarta, Bambang Kaswanti Purwo, mengajurkan agar setiap orang tua membiasakan menggunakan bahasa daerah dirumahnya. Orang tua harus mengajarkan bahasa Sunda sejak dini. Saya menganjurkan agar setiap sekolah yang ada di Jawa Barat melaksanakan program dinten Sunda (hari berbahasa Sunda) sedikitnya 1 minggu sekali. Hal ini dilakukan agar bahasa daerah khususnya bahasa Sunda tidak punah.  Harus diakui bahwa karena tuntutan zaman kini setiap orang khususnya remaja harus memiliki keterampilan berbahasa asing, namun jangan sampai melupakan bahasa daerahnya sendiri. Karena jika bukan kita, siapa lagi yang akan memelihara, mempertahankan dan menjaga apa yang telah menjadi warisan nenek moyang.

Hidup? Entahlah Aku Belum Memahaminya

Sunday, September 29, 2013


17-12=5
ya lima tahun itulah aku mengalami masa remaja, 
Dimulai dengan rasa keingintahuan yang tinggi, rasa ingin selalu mencoba, mencari perhatian sana sini, belum bisa mengendalikan emosi, hingga ketertarikan terhadap lawan jenis. Itulah salah satu tahap yang pasti dialami oleh setiap insan, kecuali bagi mereka yang memiliki gangguan (cacat) mungkin prosesnya sedikit berbeda. Namun pada dasarnya masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak menuju kedewasaan (maturity).
Tepat 1 minggu yang lalu aku menerima sakramen (tanda) krisma (kedewasaan) menurut peraturan Gereja Katolik, dimana setiap orang diolesi minyak krisma di keningnya sebagai tanda kedewasaan. Sebelum menerima sakramen tersebut ada masa persiapan dimana para calon penerima krisma dibekali materi-materi selama kurang lebih 3 bulan. (singkatnya seperti itu)
Kini usiaku 17 tahun 9 bulan 12 hari,
banyak hal yang ingin aku capai, banyak hal yang aku inginkan, banyak pula godaan-godaan disekelilingku. Ku akui terkadang aku terhanyut dalam lingkaran setan yang aku buat sendiri, terkadang aku terlena dalam kubangan kebodohanku sendiri, namun Tuhan masih ingin aku untuk berada pada jalannya. Dia mengirimkan orang-orang yang sangat luar biasa, hingga aku bisa mempelajari berbagai macam hal tentang hidup. Akan tetapi aku sendiri belum tau apa itu hidup?
Ketika aku SD, hidup adalah ketika orang bisa bernafas.
Ketika aku SMP, hidup adalah ketika jantung masih berdetak dan mata terbuka.
Ketika aku SMA (sekarang), aku belum bisa memaknai arti hidup yang sebenarnya.
Tahun depan aku akan meninggalkan tempat tinggalku sekarang, menuju tempat diamana nanti aku akan memperdakam dan memperbanyak ilmu dan juga beradaptasi dengan situasi dan kondisinya. Berbagai macam kegelisahan dan ketakuatan datang silih berganti. Bermacam-macam pertanyaan muncul dibenakku. 
Aku tau, tak akan ada yang bisa menata kehidupanku selain aku. Singkatnya, masa depanku ada didalam genggamanku sendiri. Mungkin aku akan mengalami sebuah kekecewaan, ketidakadilan, kebencian, keraguan, dsb yang pasti dan wajar terjadi dalam proses hidup manusia, karena dengan begitulah aku tau apa yang tidak pernah aku tau, dengan begitulah aku mengalami apa yang sebelumnya aku tak pernah alami, dan dengan begitulah sedikit demi sedikit aku tau aku hidup.

(ini hanyalah ocehanku)

Hambatan Modernisasi dan Cara Menyikapinya

Saturday, September 21, 2013

                                        
     Modernisai merupakan salah satu perubahan sosial yang direncanakan, dimana modernisasi secara sederhana diartikan sebagai proses perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat yang lebih komplek atau dikenal dengan istilah modern. Pengertian ini sesuai dengan teori W.W Rostow yang mengemukakan tahap-tahap pertumbuhan ekonomi. Tahap-tahap tersebut, yaitu tahap masyarakat tradisional-tahap pra kondisi lepas landas-tahap lepas landas-tahap kedewasaan-dan tahap konsumsi tinggi.
      Mengapa modernisasi dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi? tentu saja modernisasi sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi karena modernisasi merupakan salah satu bentuk dari pembangunan ekonomi yang biasanya diawali oleh masyarakat perkotaan.
      Masyarakat perkotaan memiliki sikap terbuka terhadap hal-hal baru, sehingga modernisasi dapat berjalan dengan mudah dan cepat. Sikap terbuka ini disebabkan oleh tingka pendidikan yang lebih maju atau cenderung berpendidikan tinggi jika dibandingan dengan masyarakat pedesaan. Dengan tingkat pendidikan yang rendah masyarakat pedesaan memiliki kecenderungan untuk bersikap tertutup terhadap hal-hal baru, memandangnya sebagai hal yang tabu. Biasanya mereka masih memegang erat adat istiadat yang telah tertanam kuat dalam diri mereka.
        Adanya vested interest juga menghambat modernisasi. masyarakat yang masih ingin mempertahankan kedudukan atau statusnya dan sikap takut akan terjadi kegoyahan terhadap kebudayaannya membuat hal-hal baru (modern) sulit masuk kedalam masyarakat. Contohnya Suku Baduy di Banten. Ribuan merk sandal dan sepatu dengan model dan warna yang beragam tidak merubah gaya hidup mereka yang hingga kini masih tetap bepergian dengan kaki telanjang.
     Walau Suku Baduy tidak mau menerima perubahan dalam hal sandang, namun kita tidak dapat menyalahkan mereka. Sebagai generasi muda penerus bangsa sudah sepatutnya kita tetap mempertahankan kearifan budaya lokal agar tidak terlindas oleh budaya asing yang perlahan menghilangkan nilai-nilai budaya lokal. Tidak semua budaya asing berdampak negatif dan tidak selamanya berdampak positif. Kita harus selektif dalam meghadapi modernisasi. Terbuka namun selektif. Modern tetapi berbudaya. Cerdas dan berani, hal-hal itulah ang akan membangun masyarakat modern yang tetap berbudaya namun tidak stereotip.
      Kini pemerintah bertugas memeratakan pendidikan hingga ke seluruh pelosok negeri agar kesenjangan diantara masyarakat perkotaan dan pedesaan dapat terkikis sedikit demi sedikit. Pendidikan yang tinggi akan memudahkan pemerataan pembangunan dan Indonesia menjadi masyarakat modern dan menjadi negara maju yang berbudaya.

Masih Bisakah Indonesia Memenuhi Kebutuhan BBM Dalam Negeri?

Friday, September 20, 2013


         Seperti yang kita ketahui bersama, dewasa ini globalisasi dan modernisasi sangat mempengaruhi kehidupan penduduk dunia khususnya Indonesia. Mobilitas semakin hari semakin besar. BBM merupakan benda input yang tidak dapat diperbaharui, maka tidak bisa dipungkiri bahwa manusia membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam setiap kegiatan ekonominya. Misalnya saja untuk memasak dan untuk bepergian dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum kita membutuhkan BBM untuk mengorperasikan kendaraan tersebut. Setiap barang ekonomi yang akan di distribusikan pun memerlukan BBM. Entah itu menggunakan pesawat terbang, kapal laut dan tentunya kendaraan bermotor yang ada di darat juga tak bisa terhindarkan dari BBM ini. Jadi BBM yang merupakan barang yang tidak dapat diperbaharui ini sangatlah penting dalam setiap kegiatan manusia. Tanpa BBM perekonomian pun akan lumpuh.
Seiring dengan meningkatnya kepadatan penduduk dan pertumbuhan ekonomi tentunya mempengaruhi jumlah kendaraan di Nusantara. Tercatat di akhir tahun 2011 saja ada 85.601.351 unit kendaraan yang telah memenuhi seluruh jalanan di pelosok Indonesia. Oleh sebab itu permintaan akan BBM pun terus meningkat 5% setiap tahunnya.
         Sementara itu produksi minyak mentah di Indonesia semakin hari semakin menurun. Namun kini kemampuan produksi minyak bumi di Indonesia[1] hanya 850 ribu barrel/hari dan hanya 650 barrel saja yang bisa diolah menjadi BBM, sedangkan kebutuhan akan BBM sebesar 1,4 juta barrel/hari sehingga Indonesia masih kekurangan 750 ribu barrel/hari. Itu berarti telah terjadi kelangkaan minyak bumi, maka Indonesia harus mengimpor 350 ribu barrel minyak mentah /hari  dan 400 ribu barrel BBM/hari dari Malaysia dan Singapura. Karena kelangkaan ini juga harga minyak dunia dari tahun ke tahun terus meroket. Perbedaan harga jual domestik dengan harga luar negeri yang sangat timpang akibat peningkatan harga minyak bumi yang dewasa ini telah mencapai US$ 50 per barrel, jauh di atas harga minyak bumi yang ditetapkan dalam asumsi harga minyak dalam APBN yang kemudian menyebabkan pembengkakan subsidi yang pada akhirnya memaksa pemerintah Indonesia menaikan harga BBM agar roda perekonomian tetap terkendali dengan harapan tidak menambah utang ke luar negeri.
Bagi sebagian rakyat, terutama rakyat miskin kenaikan BBM ini menambah beban hidup mereka. Karena setelah kenaikan BBM sudah menjadi hal yang pasti jika harga barang-barang sembako dan barang lainnya pun akan ikut naik. Diperkirakan total inflasi karena kenaikan harga BBM adalah 1,63%. Bagi masyarakat berpenghasilan tinggi, inflasi sekitar 1,63% mungkin tidak terasa pengaruhnya. Namun bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, inflasi tersebut akan mengurangi daya beli dan semakin menambah beban hidup. Ada 2,5 juta orang masuk ke bawah garis kemiskinan setelah kenaikan BBM ini.[2] Maka hal ini akan menghambat program pemerintah untu memberantas kemiskinan di tahun 2015.
             Kemiskinan bukanlah satu-satunya indikator yang terpengaruhi oleh kenaikan BBM. Seiring dengan meningkatnya kemiskinan maka jumlah penggangguran pun akan bertambah. Pertambahan pengangguran ini akan memicu kriminalitas. Manusia memiliki berbagai macam kebutuhan yang tidak terbatas, jika banyak orang yang menganggur dan mereka terdesak oleh kebutuhan, maka ada kemungkinan mereka akan melakukan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
             Tetapi pemerintah tidak punya pilihan lain, untuk mengikuti perkembangan ekonomi global maka pemerintah harus berani mengambil tindakan seperti ini.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut pemerintah telah membuat beberapa program untuk mengurangi beban penduduk miskin, diantaranya adalah program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang memberikan bantuan kepada rakyat miskin terdaftar sebesar Rp 150.000/bulan. Namun menurut Gubernur DKI Jakarta[3] Joko Widodo program ini kurang mendidik dan akan menimbulan ketergantungan rakyat terhadap pemerintah. Menurut beliau dana untuk BLSM lebih baik diberikan sebagai modal usaha-usaha produktif agar rakyat bisa membuat usaha mandiri dan tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah. Disamping BLSM ada juga Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Raskin. Bantuan Siswa Miskin juga dapat menurunkan angka kemiskinan melalui pendidikan gratis bagi siswa miskin. Pendidikan adalah salah satu indikator yang bisa menurunkan angka kemiskinan. Jika seseorang memiliki keahlian dan dibekali ilmu pengetahuan maka orang tersebut bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga dapat memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
               Program yang digalakan pemerintah ini tidak berjalan dengan lancar dan tepat sasaran. Mulai dari pendataan yang tidak merata sampai adanya oknum-oknum yang menyalahgunakan kewenangannya. Akibatnya
dana untuk rakyat miskin ini dimakan tikus-tikus berdasi yang masih saja merasa tidak bersalah ditengah kubangan rupiah hasil KKN.
           Perlu adanya tindakan tegas dari pemerintah pusat terhadap anak buahnya yang melanggar peraturan ini. Sanksi hukum, uang ganti rugi serta pemecatan mungkin akan menjadi cambuk bagi para mafia berdasi tersebut.
           Selain dari pada itu sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak, pemerintah seharusnya berupaya untuk meningkatkan produksi minyak nasional dengan memperbaiki iklim investasi di sektor pertambangan minyak sehingga mampu menggairahkan kegiatan eksplorasi minyak bumi.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS